Kamis, 10 Mei 2012

WORKSHOP HARI PERTAMA



Setelah Pelaksanaan Audisi yang panjang dan melelahkan, akhirnya Babak Workshop pun tiba. Hari pertama adalah saat dimana seluruh peserta audisi yang terbaik berkumpul. 173 orang menjadi satu bertemu untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan memberikan perubahan kearah lebih baik di depan  tim penilai maupun sesama mereka sebagai peserta.

Suasana belajar di Ruang Workshop


Sebelum pukul 08.00 WIB beberapa peserta telah nampak hadir. Jadwal yang telah di publish melalui blog sebelumnya benar – benar di patuhi oleh setiap peserta. Termasuk ketentuan berbusana dan kelengkapan lainnya. Aktivitas pertama yang di lakukan oleh setiap peserta adalah melakukan registrasi ulang dengan menandatangani absensi kehadiran dan pengambilan nomor urut sesuai pilihan mereka masing masing secara acak. 

Bpk. Asisten III menyampaikan sambutannya.


Setelah pembacaan Tata Tertib Workshop dan sedikit pengarahan dari IMKOBAL, acara di lanjutkan dengan Pembukaan Workshop secara resmi oleh Bapak Asisten 3 kota Bandar Lampung selaku perwakilan Bapak Walikota Bandar Lampung.  Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Muli Mekhanai sebagai Duta Wisata Kota Bandar Lampung yang kelak akan menjadi tolak ukur promosi dan pelestarian beragam seni, budaya dan pariwisata di tataran remaja maupun tingkatan usia lainya. Hal ini tentu harus di pahami sebagai bentuk tanggung jawab moril personal setelah di nyatakan menang dan bergelar Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung. Selain itu. Setiap individu di harapkan dapat menyerap beragam materi yang di sampaikan di Babak Workshop oleh para Pemateri yang sudah di pilih oleh Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kota Bandar Lampung dan tentunya  sudah tidak perlu lagi di sangsikan kredibilitasnya.

Ibu Ferry Yusticia, SH, MH sedang menyampaikan Materi.

Setelah pembukaan Workshop secara Resmi, acara kemudian di lanjutkan pemaparan tentang potensi seni budaya dan pariwisata oleh Ibu Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung – Ibu Ferry Yusticia,SH,MH.  Dalam paparannya, Ibu Ferry banyak mengemukakan tentang beragam potensi Seni Budaya dan Pariwisata yang di miliki oleh Kota Bandar Lampung, tetapi belum tergali secara maksimal dan berkesinambungan. Masih banyak aspek yang perlu di kembangkan untuk mendukung beragam hal yang menjadi potensi besar di Kota Bandar Lampung.  Dan itu adalah salah satu ‘pekerjaan rumah’ yang besar yang harus menjadi pemikiran para Muli Mekhanai kelak. Selain itu, Ibu Ferry juga sempat berdiskusi aktif dengan beberapa peserta dalam sesi Tanya jawab. Dan bu Ferry selalu mengingatkan akan pentingnya ‘kepedulian’ individu Muli Mekhanai terhadap potensi di lingkungan sekitar tempat tinggal sebagai asset terdekat yang dapat di gali dan di jadikan tolak ukur keinginan personal untuk memajukan dirinya maupun lingkungannya dengan terus menerus aktif dalam bidang pembangunan sesuai kapasitas  mereka sebagai remaja modern.

Setelah sesi pemaparan Potensi Seni Budaya dan Pariwisata, selanjutnya adalah sharing dari Juri yang akan menilai Bahasa Asing  - Ibu Bertha Beatrix S.Pd dan Etika Kepribadian dan Performance – Ibu Eka Dewi.  Keduanya menyempatkan hadir untuk memberikan arahan sekaligus berbagi tips tentang  bagaimana cara ketika nanti interview session pada Babak Semifinal, dan  hal – hal apa saja yang harus di perhatikan oleh tiap personal  berkenaan dengan penilaian yang mengacu pada kemampuan dan tampilan secara keseluruhan. Kedua juri tersebut – Miss Etha dan Mba Eka juga menekankan pentingnya ‘paket lengkap’ yang di miliki oleh tiap individu. Mengingat Tahun ini tema yang di angkat adalah The Icon of Magnificent Treasure of Lampung’ sehingga kelak di harapkan para pemenang akan menjadi sosok yang benar benar bisa di andalkan dalam hal ikut membantu memajukan dan memperkenalkan Seni Budaya serta Pariwisata di Lampung secara keseluruhan.

Kehadiran Dewan Juri untuk Sharing dgn Peserta Workshop.

Sepanjang hari  pertama di Babak Workshop ini setidaknya ada antusias maksimal yang di tunjukkan oleh tiap peserta. Hal ini terlihat ketika setiap peserta di minta menunjukkan talent mereka pada sesi data talent. Data Talent adalah tahapan penting yang juga menjadi penilain oleh dewan juri maupun panitia agar menjadi acuan sejauh apa talent tersebut benar benar bisa menjadi nilai lebih dalam diri mereka sebagai calon pemenang. Meski begitu masih ada pula sosok personal yang perlu kerja ‘ekstra keras’ untuk menyemangati dirinya agar dapat menampilkan diri jauh lebih baik lagi di hari hari berikutnya dalam workshop agar tidak ter-eliminasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar